JokoPoi: TKJ -->

Welcome to JokoPoi

Blog untuk mengingatkan pelajaran saat SMK dan hal lainnya

Semua Postingan

Daftar artikel JokoPoi

Tampilkan postingan dengan label TKJ. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TKJ. Tampilkan semua postingan
Cara Konfigurasi Routing Statik di Packet Tracer -  Assalamualaikum Wr. Wb. Selamat datang di blog saya. Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan cara untuk konfigurasi routing statik di Cisco Packet Tracer. Pertama-tama kita harus tahu terlebih dahulu pengertian dari routing statik ini. Oke langsung saja menuju ke pembahasannya.

Pengertian Routing statik
Routing statik adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statik yang di setting secara manual oleh para administrator jaringan.

Kelebihan dan Kekurangan Routing statik

Dilihat dari segi Kelebihan Kekurangan
Penggunaan Next Hop Dapat mencegah terjadinya error dalam meneruskan paket ke router tujuan apabila router yang akan meneruskan paket memiliki link yang terhubung dengan banyak router. Itu disebabkan karena router telah mengetahui next hop, yaitu IP Address router tujuan. Statik routing yang menggunakan next hop akan mengalami multiple lookup atau lookup yg berulang. lookup yg pertama yang akan dilakukan adalah mencari network tujuan,setelah itu akan kembali melakukan proses lookup untuk mencari interface mana yang digunakan untuk menjangkau next hopnya.
Penggunan Exit Interface Proses lookup hanya akan terjadi satu kali saja (single lookup) karena router akan langsung meneruskan paket ke network tujuan melalui interface yang sesuai pada routing table. Kemungkinan akan terjadi eror ketika meneruskan paket, jika link router terhubung dengan banyak router, maka router tidak bisa memutuskan router mana tujuanya karena tidak adanya next hop pada tabel routing. karena itulah, akan terjadi eror.
Routing statik dengan menggunakan next hop cocok digunakan untuk jaringan multiaccess network atau point to multipoint sedangkan untuk jaringan point to point, cocok dengan menggunakan exit interface dalam mengkonfigurasi statik route.

Oke, kalian sudah tahu pengertian, kelebihan dan kekurangan dari routing statik, sekarang lanjut ke bagian konfigurasinya di Cisco Packet Tracer.

Konfigurasi Routing statik di Cisco Packet Tracer

1. Silahkan buka Cisco Packet Tracer.

2. Buat Topologinya seperti di bawah ini.
Cara Konfigurasi Routing Dinamis di Packet Tracer -  Assalamualaikum Wr. Wb. Selamat datang di blog saya. Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan cara untuk konfigurasi routing dinamis di Cisco Packet Tracer. Pertama-tama kita harus tahu terlebih dahulu pengertian dari routing dinamis ini. Oke langsung saja menuju ke pembahasannya.

Pengertian Routing Dinamis
Routing dinamis adalah routing yang menggunakan protokol routing secara otomatis untuk memilih rute terbaik yang nantinya akan dimasukkan ke dalam tabel routing. Jadi daripada secara manual memasukkan rute statis dalam tabel routing, routing dinamis secara otomatis menerima pembaruan routing, dan secara dinamis memutuskan rute mana yang terbaik untuk masuk ke tabel routing.

Kelebihan dan Kekurangan Routing Dinamis

Kelebihan:
1. Cocok untuk jaringan area besar/luas.
2. Hanya mengenalkan alamat yang terhubung langsung degan routernya.
3. Tidak perlu mengetahui semua network yang ada.

Kekurangan:
1. Beban kerja router menjadi lebih berat.
2. Kecepatan pengenalan dan kelengkapan IP bisa terbilang lama.
3. Keamanan jaringan berkurang dibanding routing static.

Oke, kalian sudah tahu pengertian, kelebihan dan kekurangan dari routing dinamis, sekarang lanjut ke bagian konfigurasinya di Cisco Packet Tracer.

Konfigurasi Routing Dinamis di Cisco Packet Tracer

1. Silahkan buka Cisco Packet Tracer.

2. Buat Topologinya seperti di bawah ini.
Cara Konfigurasi Inter-VLAN Routing di Cisco Packet Tracer – Assalamualaikum Wr. Wb. Halo, selamat datang di blog saya. Kali ini saya akan memberikan cara untuk mengkonfigurasi Inter-VLAN di Cisco Packet Tracer dengan 1 Router 1 Switch dan 9 PC. Pertama – tama saya akan memberikan dulu penjelasan mengenai pengertian dari Inter-VLAN dan apa tujuan dari penggunaan Inter-VLAN ini. Baiklah, langsung saja baca di bawah ini.

Apa itu Inter-VLAN?
Inter VLAN dapat didefinisikan sebagai cara untuk meneruskan trafik antara VLAN yang berbeda melalui router.

Apa tujuan menggunakan Inter-VLAN?
Tujuannya ya itu tadi, yaitu untuk meneruskan trafik dari suatu VLAN ke VLAN lain, atau dengan kata lain adalah untuk menghubungkan beberapa VLAN yang berbeda ID-nya. Sebagaimana yang diketahui, yaitu kalau VLAN yang biasa, membagi sebuah jaringan menjadi beberapa segmen dan broadcast domain, dimana paket data tidak akan diteruskan ke VLAN yang bukan tujuannya, maka dari itulah diperlukan adanya Routing antar VLAN ini (Inter-VLAN).

Untuk dapat menghubungkan antar VLAN kita akan butuh perangkat yang memiliki kapasitas untuk melakukan routing yaitu Router.

Cara Konfigurasi Inter VLAN di Packet Tracer
1. Pertama buat terlebih dahulu topologinya, saya membuat seperti ini.

Cara Gampang Membuat VLAN 1 Switch 4 PC di Packet Tracer -  Assalamualaikum Wr. Wb. Halo, selamat datang di blog JokoPoi. Kali ini saya akan membagikan cara untuk membuat VLAN di Cisco Packet Tracer. Oke sebelum menuju kesana, saya akan mengingatkan kembali pengertian dari VLAN dan apa fungsi dari VLAN itu sendiri. Silahkan baca kalau kamu mau baca, kalau nggak mau ya sudah langsung skip aja ke cara-caranya di bawah.

Apa itu VLAN?

VLAN atau Virtual Local Area Network merupakan suatu model jaringan yang tidak terbatas pada lokasi fisik seperti LAN, ini artinya suatu network dapat dikonfigurasi secara virtual, tanpa harus mengikuti lokasi fisik peralatan ataupun harus membuat virtual switch didalam switch di Local Area Network.

Apa Fungsi dari VLAN?

VLAN memungkinkan beberapa jaringan bekerja secara virtual sebagai satu LAN. Salah satu hal paling menguntungkan dari VLAN adalah VLAN menghilangkan latensi (jeda waktu) dalam jaringan, yang dapat  menghemat sumber daya jaringan dan meningkatkan efisiensi jaringan. Selain itu, VLAN dibuat untuk memberikan segmentasi dan membantu dalam mengatasi masalah seperti keamanan, manajemen jaringan dan skalabilitas. Pola lalu lintas juga dapat dengan mudah dikontrol dengan menggunakan VLAN itu sendiri.

Oke, sekarang kamu sudah tau apa maksud dan tujuan dari pembuatan VLAN, selanjutnya langsung saja masuk ke step-by-step cara membuat VLAN di Packet Tracer.

Cara Membuat VLAN 1 Switch 4 PC di Packet Tracer

1. Pertama buat dulu topologinya, kalau saya buatnya seperti ini.


Cara Konfigurasi VLAN Trunking Menggunakan Cisco Packet Tracer – Halo sob, selamat datang. Kali ini saya akan membagikan tutorial untuk mengkonfigurasi VLAN Trunk di Cisco Packet Tracer. Disini saya menggunakan 2 Switch dan 8 PC. Pertama, saya akan menjelaskan terlebih dahulu pengertian dari VLAN Trunking dan apa fungsi dari VLAN Trunking itu sendiri. Oke, langsung saja baca di bawah ini sob.

Apa itu VLAN Trunking?
VLAN Trunking adalah sebuah metode dalam membuat dan mengelola VLAN untuk jaringan yang besar yang saling berhubungan, agar konsistensi di seluruh jaringan bisa terjaga.

Apa fungsi VLAN Trunking?
Fungsi dari VLAN Trunking itu sendiri adalah untuk menyambungkan antar VLAN yang sama, namun dengan switch yang berbeda. Contohnya adalah yang akan kita buat saat ini. Di Gedung 1 terdapat VLAN 10 begitu juga di Gedung 2. Namun apakah bisa kedua VLAN ini saling terhubung hanya dengan menghubungkan kedua Switchnya saja? Tentu nggak bisa sob. Maka dari itu diperlukan adanya VLAN Trunking ini untuk menghubungkan antar VLAN yang sama, namun dengan Switch yang berbeda.

Oke sekarang langsung saja ke pembahasan cara konfigurasinya.

Cara Konfigurasi VLAN Trunking Menggunakan Cisco Packet Tracer

1. Buat topologi di Packet Tracer sobat, saya membuatnya seperti ini.

Nama: Joko Prasetyo
Kelas: XI-TKJ
Mapel: Administrasi Infrastruktur




1. 11.11.11.11/26
 Jumlah IP:
 Rumus 2(32-26)=26=64
0-63
 IP address 11.11.11.11 ada pada range :
 11.11.11.0 s/d 11.11.11.63
 Network ID = 11.11.11.0
 Broadcast = 11.11.11.63
 IP host = 11.11.11.1 s/d 11.11.11.62
 Subnet mask =255.255.255.(256 – 64)
 Subnet mask = 255.255.255.192
 11.11.11.11  = 00001011.00001011.00001011.00001011
 255.255.255.192 = 11111111.11111111.11111111.11000000

2. 22.22.22.22/28
 Jumlah IP :
 Rumus 2(32-28) = 24=16
0-15, 16-31
 IP address 22.22.22.22 ada pada range :
 22.22.22.16 s/d 22.22.22.31
 Network ID = 22.22.22.16
 Broadcast = 22.22.22.31
 IP host =22.22.22.17 s/d 22.22.22.115
 Subnet mask =255.255.255.(256 – 16)
 Subnet mask = 255.255.255.240
 22.22.22.22  = 00010110.00010110.00010110.00010110
 255.255.255.240 = 11111111.11111111.11111111.11110000

3. 33.33.33.33/25
 Jumlah IP :
 Rumus 2(32-25)=27=128
0-127
 IP address 33.33.33.33 ada pada range :
 33.33.33.0 s/d 33.33.33.127
 Network ID = 33.33.33.0
 Broadcast = 33.33.33.127
 IP host =33.33.33.1 s/d 33.33.33.126
 Subnet mask =255.255.255.(256 – 128)
 Subnet mask = 255.255.255.128
 33.33.33.33  = 00100001.00100001.00100001.00100001
 255.255.255.128 = 11111111.11111111.11111111.10000000

4. 44.44.44.44/29
 Jumlah IP :
 Rumus 2(32-29)=23=8
0-7, 8-15, 16-23, 24-31, 32-39, 40-47
 IP address 44.44.44.44 ada pada range :
 44.44.44.40 s/d 44.44.44.47
 Network ID : 44.44.44.40
 Broadcast ID : 44.44.44.47
 IP Host : 44.44.44.41 s/d 44.44.44.46
 Subnet mask =255.255.255.(256 – 8)
 Subnet mask = 255.255.255.248
 44.44.44.44  =00101100.00101100.00101100.00101100
 255.255.255.248 =11111111.11111111.11111111.11111000

5. 55.55.55.55/27
 Jumlah IP :
 Rumus 2(32-27)=25=32
0-31, 32-63
 IP address 55.55.55.55 ada pada range :
 55.55.55.32 s/d 55.55.55.63
 Network ID : 55.55.55.32
 Broadcast ID : 55.55.55.63
 IP Host : 55.55.55.33 s/d 55.55.55.62
 Subnet mask =255.255.255.(256 – 32)
 Subnet mask = 255.255.255.224
 55.55.55.55  = 00110111.00110111.00110111.00110111
 255.255.255.224 = 11111111.11111111.11111111.11100000

6. 66.66.66.66/28
 Jumlah IP :
 Rumus 2(32-28)=24=16
0-15, 16-31, 32-47, 48-63, 64-79
 IP address 66.66.66.66 ada pada range :
 66.66.66.64 s/d 66.66.66.79
 Network ID : 66.66.66.64
 Broadcast ID : 66.66.66.79
 IP Host :66.66.66.65 s/d 66.66.66.78
 Subnet mask =255.255.255.(256 – 16)
 Subnet mask = 255.255.255.240
 66.66.66.66  =01000010.01000010.01000010.01000010
 255.255.255.240 =11111111.11111111.11111111.11110000

7. 77.77.77.77/30
 Jumlah IP :
 Rumus 2(32-30)=22=4
0-3, 4-7, 8-11, 12-15, 16-19, 20-23, 24-27, 28-31, 32-35, 36-39, 40-43, 44-47, 48-51, 52-55, 56-59, 60-63, 64-67, 68-71, 72-75, 76-79
 IP address 77.77.77.77 ada pada range :
 77.77.77.76 s/d 77.77.77.79
 Network ID : 77.77.77.76
 Broadcast ID :77.77.77.79
 IP Host : 77.77.77.77 s/d 77.77.77.78
 Subnet mask =255.255.255.(256 – 4)
 Subnet mask = 255.255.255.252
 77.77.77.77  =01001101.01001101.01001101.01001101
 255.255.255.252 =11111111.11111111.11111111.11111100

8. 88.88.88.88/31
 Jumlah IP :
 Rumus 2(32-31)=21=2
0-1, 1-2, 2-3 …. 88-89
 IP address 88.88.88.88 ada pada range :
 88.88.88.88 s/d 88.88.88.89
 Network ID : 88.88.88.88
 Broadcast ID :88.88.88.89
 IP Host : 88.88.88.89 s/d 88.88.88.88
 Subnet mask =255.255.255.(256 –2)
 Subnet mask = 255.255.255.254
 88.88.88.88  =01011000.01011000.01011000.01011000
 255.255.255.254 =11111111.11111111.11111111.11111110

9. 99.99.99.99/25
 Jumlah IP :
 Rumus 2(32-25)=27=128
0-127
 IP address 99.99.99.99 ada pada range :
 99.99.99.0 s/d 99.99.99.127
 Network ID : 99.99.99.0
 Broadcast ID :99.99.99.127
 IP Host : 99.99.99.1 s/d 99.99.99.126
 Subnet mask =255.255.255.(256 – 128)
 Subnet mask = 255.255.255.128
 99.99.99.99  =01100011.01100011.01100011.01100011
 255.255.255.128 =11111111.11111111.11111111.10000000

10. 100.100.100.100/27
 Jumlah IP :
 Rumus 2(32-27)=25=32
0-31, 32-63, 64-95, 96-127, 128-159
 IP address 100.100.100.100 ada pada range :
 100.100.100.96 s/d  100.100.100.127
 Network ID : 100.100.100.96
 Broadcast ID :100.100.100.127
 IP Host : 100.100.100.97 s/d 100.100.100.126
 Subnet mask =255.255.255.(256 –32)
 Subnet mask = 255.255.255.224
 100.100.100.100 =01100100.01100100.01100100.01100100
 255.255.255.224 =11111111.11111111.11111111.11100000

11.111.111.111.111/30
 Jumlah IP :
 Rumus 2(32-30)=22=4
0-3, 4-7, 8-11, 12-15, 16-19, 20-23, 24-27, 28-31, 32-35, 36-39, 40-43, 44-47, 48-51, 52-55, 56-59, 60-63, 64-67, 68-71, 72-75, 76-79, 80-83, 84-87, 88-91, 92-95, 96-99, 100-103, 104-107, 108-111, 112-115
 IP address 111.111.111.111 ada pada range :
 111.111.111.108 s/d  111.111.111.111
 Network ID : 111.111.111.108
 Broadcast ID :111.111.111.111
 IP Host : 111.111.111.109 s/d 111.111.111.110
 Subnet mask = 255.255.255.(256 – 4)
 Subnet mask = 255.255.255.252
 111.111.111.111 = 01101111.01101111.01101111.01101111
 255.255.255.252 = 11111111.11111111.11111111.11111100

12. 122.122.122.122/25
 Jumlah IP :
 Rumus 2(32-25)=27=128
0-127, 128-255
 IP address 122.122.122.122 ada pada range :
 122.122.122.0 s/d  122.122.122.127
 Network ID : 122.122.122.0
 Broadcast ID :122.122.122.127
 IP Host : 122.122.122.1 s/d 122.122.122.126
 Subnet mask = 255.255.255.(256 – 128)
 Subnet mask = 255.255.255.128
 122.122.122.122 =01111010.01111010.01111010.01111010
 255.255.255.128 =11111111.11111111.11111111.10000000

13. 133.133.133.133/28
 Jumlah IP :
 Rumus 2(32-28)=24=16
0-15, 16-31, 32-47, 48-63, 64-79, 80-95, 96-111, 112-127, 128-143
 IP address 133.133.133.133 ada pada range :
 133.133.133.112 s/d 133.133.133.127
 Network ID : 133.133.133.112
 Broadcast ID :133.133.133.127
 IP Host :133.133.133.111 s/d 133.133.133.126
 Subnet mask = 255.255.255.(256 – 16)
 Subnet mask = 255.255.255.240
 133.133.133.133 =10000101.10000101.10000101.10000101
 255.255.255.240 =11111111.11111111.11111111.11110000

14.144.144.144.144/24
 Jumlah IP :
 Rumus 2(32-24)=28=256
0-256
 IP address 144.144.144.144 ada pada range :
 144.144.144.0 s/d 144.144.144.255
 Network ID : 144.144.144.0
 Broadcast ID :144.144.144.255
 IP Host :144.144.144.1 s/d 144.144.144.254
 Subnet mask = 255.255.255.(256 – 256)
 Subnet mask = 255.255.255.0
 144.144.144.144 =10010000.10010000.10010000.10010000
 255.255.255.240 =11111111.11111111.11111111.00000000

15.155.155.155.155/26
 Jumlah IP :
 Rumus 2(32-26)=26=64
0-63, 64-127, 128-191
 IP address 155.155.155.155 ada pada range :
 155.155.155.128 s/d 155.155.155.191
 Network ID : 155.155.155.128
 Broadcast ID :155.155.155.191
 IP Host :155.155.155.129 s/d 155.155.155.190
 Subnet mask = 255.255.255.(256 – 64)
 Subnet mask = 255.255.255.192
 155.155.155.155 =10011011.10011011.10011011.10011011
 255.255.255.192 =11111111.11111111.11111111.11000000

16.166.166.166.166/29
 Jumlah IP :
 Rumus 2(32-29)=23=8
0-7, 8-15, 16-23, 24-31, 32-39, 40-47, 48-55, 56-63, 64-71, 72-79, 80-87, 88-95, 96-103, 104-111, 112-119, 120-127, 128-135, 136-143, 144-151, 152-159, 160-167
 IP address 166.166.166.166 ada pada range :
 166.166.166.160 s/d 166.166.166.167
 Network ID : 166.166.166.160
 Broadcast ID :166.166.166.167
 IP Host :166.166.166.161 s/d 166.166.166.166
 Subnet mask = 255.255.255.(256 – 8)
 Subnet mask = 255.255.255.248
 166.166.166.166 =10100110.10100110.10100110.10100110
 255.255.255.248 =11111111.11111111.11111111.11111000
Pengertian Algoritma, Sejarah, Serta Strukturnya – Hai kamu yang ada di depan layar, selamat datang di Blog saya. Kali ini saya akan menjelaskan apa itu Algoritma, bagaimana strukturnya, dan juga cara menyajikan Algoritma tersebut. Oke langsung saja saya jelaskan secara ringkas apa yang saya ketahui tentang Algoritma ini.

Duduk yang manis dan merapatlah kemari, saya akan ceritakan tentang sejarah Algoritma. Algoritma dilihat dari istilahnya, berasal dari nama seorang matematikawan muslim yang bernama Abu Ja’far Muhammad Ibnu Musa Al-Khuwarizmi (780 M-850 M), namun orang barat menyebut 
Al-Khuwarizm sebagai “Algorism”, yang diartikan proses menghitung dengan angka arab.

Seiring dengan perkembangan zaman, istilah “Algorism” berubah menjadi “Algorithm”, yang kemudian diartikan sebagai “metode perhitungan (komputasi) secara umum”. Dalam Bahasa Indonesia, kata Algorithm diserap menjadi Algoritma.

Abu Ja'far Ibnu Musa Al-Khuwarizmi Sang Penemu Algoritma

Dan secara definisi sendiri bisa dikatakan Algoritma adalah “Urutan langkah-langkah penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis dan logis”. Mudahnya, urutan-urutan dalam melakukan suatu hal itulah yang disebut Algoritma.

Contoh Algoritma dalam kehidupan sehari-hari yaitu seperti: Petunjuk installasi software, penduan pengisian token listrik, petunjuk perakitan komputer, panduan memasak, dan masih banyak lagi yang tidak bisa saya sebutkan.

Oke, sekarang saya akan lanjut ke struktur dari Algoritma ini. Sebelumnya, saya akan perjelas lagi satu hal mengenai Algoritma. Inti dari Algoritma adalah menemukan solusi dari suatu permasalahan. Nah, untuk menyelesaikan masalah ini Algoritma membutuhkan spesifikasi input (masukan) sesuai yang diperlukan, memprosesnya melalui serangkaian langkah-langkah dan menghasilkan output (keluaran) sebagai solusi dari permasalahan.

Kira-kira seperti ini lah grafiknya

Oke, saya lanjut ke struktur Algoritma. Secara umum, struktur Algoritma terdiri dari 3 (tiga) bagian, yaitu: Nama/Judul Algoritma, Bagian Deklarasi, dan Bagian Deskripsi. Berikut akan saya jelaskan mengenai masing-masing struktur dari Algoritma.

1. Nama/Judul Algoritma

Nama/Judul Algoritma memuat penjelasan mengenai Algoritma yang berisi uraian singkat mengenai apa yang akan dilakukan dengan Algoritma ini. Misal kamu mau membuat Algoritma tentang pembuatan roket, kamu bisa memberi nama Algoritmanya jadi “Cara Pembuatan Roket”. Cuma gitu? Ya memang cuma gitu.

2. Bagian Deklarasi

Bagian Deklarasi memuat semua bahan yang dibutuhkan selama Algoritma dijalankan, atau dalam Algoritma meliputi variabel yang dipakai, nama tipe, konstanta, nama prosedur dan nama fungsi, semua di jelaskan disini. Saya ambil permisalan lagi tentang pembuatan roket, kalau tadi hanya judul, sekarang kamu jelaskan di bagian deklarasi ini bahan-bahan apa saja yang diperlukan dalam membuat roket, seperti baja, besi, kaca, batu dan lain-lain. Kamu jelaskan juga berapa kg baja yang diperlukan atau berapa banyak kaca yang diperlukan.

3. Bagian Deskripsi

Bagian Deskripsi memuat semua langkah atau proses Algoritma. Biasanya langkah-langkah diberikan penomoran agar mudah dipahami. Seperti yang saya ketikkan barusan pada bagian ini memuat semua langkah yang diperlukan pada Algoritma. Kamu bisa menjelaskan step-by-step cara pembuatan roket secara urut, seperti bagaimana langkah pertama dilakukan, apa langkah selanjutnya, dan bagaimana penyelesaiannya, semua bisa kamu jelaskan di dalam bagian ini.

Berikut saya beri salah satu contoh mengenai struktur Algoritma ini.



Sekian penjelasan dari saya mohon maaf jika ada kesalahan ketik, ataupun ada tulisan yang kurang jelas. Silahkan komentar di bawah jika kamu penasaran atau ada hal yang ingin di tanyakan. Dan jangan lupa untuk selalu mengunjungi blog ini. Sampai jumpa di artikel berikutnya.